TRIBUNSOCCER.COM – Pada 15 Januari 2026, AFF menggelar drawing ASEAN Championship 2026 di Studio RCTI+, Jakarta. Acara ini langsung menentukan nasib Timnas Indonesia di turnamen bergengsi Asia Tenggara. AFF membagi sepuluh tim menjadi dua grup, yaitu Grup A dan Grup B. Timnas Indonesia menempati Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off antara Brunei Darussalam atau Timor Leste. Oleh karena itu, kamu pasti penasaran seberapa besar peluang Garuda lolos ke semifinal. Mari kita ulas secara lengkap hasil drawing, format turnamen, serta analisis grup.
Apa Itu ASEAN Championship 2026
AFF mengganti nama turnamen menjadi ASEAN Hyundai Cup 2026 karena dukungan sponsor Hyundai. Turnamen ini mencapai edisi ke-16 sekaligus merayakan ulang tahun ke-30 sejak 1996. Ajang ini tetap menjadi kompetisi paling bergengsi bagi timnas di kawasan Asia Tenggara. Vietnam mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Thailand di final edisi 2024.
Selanjutnya, AFF memindahkan jadwal turnamen ke musim panas, yaitu 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Perubahan ini menjadi yang pertama dalam waktu lama. AFF mengambil keputusan ini agar sesuai dengan kalender liga domestik ASEAN yang mayoritas berjalan dari Agustus hingga Mei. Menurut saya, keputusan ini sangat positif karena para pemain bisa tampil dengan kondisi fisik lebih prima. Selain itu lagi, AFF berharap kualitas pertandingan meningkat secara signifikan.
Jadwal dan Format Turnamen
AFF menggelar drawing ASEAN Championship 2026 untuk menentukan grup fase penyisihan. Sepuluh tim terbagi menjadi dua grup, masing-masing berisi lima tim. Tim-tim memainkan fase grup dengan format round-robin home and away. Oleh karena itu, setiap tim harus menjalani empat pertandingan—dua kali kandang dan dua kali tandang—mulai 24 Juli hingga 8 Agustus 2026.
Di samping itu, dua tim teratas dari setiap grup lolos ke babak semifinal. AFF menggelar semifinal dan final dalam format dua leg (kandang-tandang) dari 15 hingga 26 Agustus. Turnamen tidak menyediakan laga perebutan tempat ketiga. Oleh sebab itu, juara langsung ditentukan melalui final dua leg. Pakar sepak bola ASEAN menilai format ini jauh lebih adil. Selain itu lagi, setiap tim wajib menunjukkan konsistensi baik di kandang maupun tandang.
Hasil Drawing ASEAN Championship 2026
AFF menggelar drawing pada pukul 16.00 WIB di Jakarta. Indonesia berperan sebagai tuan rumah acara ini. AFF menentukan pot penempatan berdasarkan performa dua edisi terakhir (2022 dan 2024). Akibatnya, Vietnam dan Thailand menempati Pot 1 sebagai finalis terakhir. Kemudian, Malaysia dan Singapura berada di Pot 2. Di samping itu, Indonesia dan Filipina mengisi Pot 3.
Selain itu, Kamboja dan Myanmar menempati Pot 4, sementara Laos serta pemenang play-off Brunei vs Timor Leste berada di Pot 5. Oleh sebab itu, hasil akhir pembagian grup menjadi sebagai berikut:
Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, pemenang play-off (Brunei/Timor Leste)
Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos
Selain itu lagi, Indonesia berhasil terhindar dari Thailand dan Malaysia dalam satu grup. Namun, Garuda tetap harus menghadapi Vietnam sebagai rival berat. AFF juga memastikan Thailand dan Kamboja tidak berada di grup yang sama karena konflik perbatasan. Menurut saya, hasil drawing ini tergolong cukup ramah bagi Timnas Indonesia.
Analisis Grup A: Timnas Indonesia di Grup A
Timnas Indonesia menempati Grup A bersama Vietnam selaku juara bertahan. Selain itu, Singapura yang pernah meraih gelar empat kali juga berada di grup ini. Kemudian, Kamboja serta pemenang play-off (Brunei/Timor Leste) terlihat relatif lebih mudah. Oleh karena itu, Vietnam menjadi lawan terberat karena kekuatan tim dan mental juaranya.
Di samping itu, Singapura memiliki pengalaman besar dan sering menyulitkan lawan di fase grup. Akibatnya, pertandingan melawan Kamboja serta tim play-off menjadi laga wajib menang bagi Garuda. Selanjutnya, Bambang Pamungkas selaku pakar menilai Grup A cukup seimbang. Oleh sebab itu, Indonesia memiliki peluang besar finis dua besar asalkan bermain maksimal.
Menurut saya lagi, pelatih baru John Herdman bisa memanfaatkan momentum ini dengan baik. Selain itu lagi, peluang lolos ke semifinal terbuka sangat lebar.
Peluang Timnas Indonesia Lolos Semifinal
Indonesia memiliki dua pertandingan kandang. Oleh karena itu, ini menjadi keuntungan besar. Selanjutnya, Garuda harus fokus pada laga melawan Vietnam dan Singapura. Akibatnya, dua pertandingan tersebut sangat menentukan nasib. Kemudian, jika Garuda berhasil menang satu laga dan imbang satu laga, poin 4–7 sudah cukup aman untuk lolos.
Di samping itu, Garuda wajib memenangkan laga melawan pemenang play-off dan Kamboja. Oleh sebab itu, target realistis adalah finis sebagai runner-up grup. Selain itu lagi, menurut saya peluang lolos semifinal sangat tinggi selama konsistensi tetap terjaga.
Grup B: Grup Neraka Thailand dan Malaysia
Grup B terlihat jauh lebih berat. Selain itu, Thailand sebagai juara tujuh kali berada di grup ini. Kemudian, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos juga menempati Grup B. Oleh karena itu, Thailand dan Malaysia menjadi favorit kuat lolos. Di samping itu, Filipina juga menunjukkan peningkatan performa belakangan ini.
Akibatnya, Myanmar dan Laos kesulitan bersaing. Namun, kedua tim tersebut tetap berpotensi menjadi kuda hitam. Selanjutnya, para pakar menilai Grup B jauh lebih kompetitif dibandingkan Grup A. Oleh sebab itu, Thailand kemungkinan besar menjadi juara grup.
Ini menjadi berita baik bagi Indonesia. Selain itu lagi, jika Garuda lolos, semifinal akan melawan runner-up Grup B yang relatif lebih mudah dibandingkan juara grup.
Persiapan Timnas Indonesia Pasca-Drawing
Pelatih John Herdman menghadiri drawing secara langsung. Oleh karena itu, ia menyatakan sangat antusias menghadapi tantangan ini. Selanjutnya, Garuda membutuhkan skuad yang kuat. Akibatnya, PSSI kemungkinan besar memanggil pemain Eropa seperti Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen.
Di samping itu, fase grup dimulai pada Juli 2026. Oleh sebab itu, Herdman memiliki waktu persiapan yang cukup panjang. Selain itu lagi, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI menyebut hasil drawing ini sebagai motivasi besar. Menurut saya, Indonesia ingin meraih trofi pertama di ASEAN Championship.
Sejarah Timnas Indonesia di ASEAN Championship
Indonesia belum pernah meraih gelar juara hingga saat ini. Selain itu, pencapaian terbaik Garuda adalah mencapai final tiga kali (2000, 2002, 2004), tetapi selalu kalah. Kemudian, pada edisi 2024 Garuda tersingkir di fase grup. Akibatnya, hasil tersebut sangat mengecewakan.
Oleh karena itu, edisi 2026 menjadi kesempatan emas bagi Indonesia. Selain itu lagi, turnamen ini merayakan 30 tahun keberadaannya. Di samping itu, para pakar sejarah sepak bola menilai Indonesia memiliki potensi besar. Oleh sebab itu, Garuda hanya perlu meningkatkan konsistensi.
Menurut saya, era John Herdman bisa menjadi pembeda. Selanjutnya, mental juara sangat dibutuhkan agar Garuda melangkah lebih jauh.
Jadwal Lengkap dan Antisipasi
Fase grup berlangsung dari 24 Juli hingga 8 Agustus 2026. Selain itu, semifinal dan final digelar pada 15–26 Agustus 2026. Oleh karena itu, AFF akan mengumumkan jadwal detail setelah drawing selesai. Akibatnya, para fans bisa memantau pertandingan melalui RCTI, Vision+, serta berbagai platform streaming.
Di samping itu, saya sarankan mencatat tanggal-tanggal penting ini. Selanjutnya, dukung Timnas dari rumah atau langsung di stadion.
Kesimpulan: Harapan Garuda di ASEAN Championship 2026
Drawing ASEAN Championship 2026 memberikan gambaran yang sangat jelas. Oleh karena itu, AFF membagi tim menjadi dua grup A dan B, dan Timnas Indonesia menempati Grup A dengan lawan yang menantang namun masih bisa diatasi. Selain itu, Vietnam dan Singapura memang menjadi ujian berat. Namun, peluang lolos semifinal terbuka lebar.
Di samping itu, ini adalah momen emas bagi Indonesia untuk meraih trofi pertama. Oleh sebab itu, dengan John Herdman, skuad muda, serta dukungan nasional yang luar biasa, Garuda siap berjuang habis-habisan. Menurut saya, optimisme sangat dibenarkan. Selanjutnya, kamu sendiri optimis tidak? Pantau terus perkembangan Timnas mulai sekarang!
Baca Juga :












